Mqp4NaR5Map5NGZaLGtaMaV8NTcsynIkynwpACBc

Memahami Jenis-jenis Kusen Pintu

Mengenal karakter jenis-jenis kusen berdasarkan materialnya

BLANTERLANDINGv101
6993287981039837150

Memahami Jenis-jenis Kusen Pintu

Senin, 07 Desember 2020

Seiring dengan berjalannya waktu, kini kusen hadir dalam beragam bentuk dan variasi yang tentu saja dapat menambah estetika pada sebuah bangunan. Bagian dari konstruksi dinding bangunan yang satu ini bisa dibuat dari material balok, alumunium, uPVC, dan lain sebagainya. Semakin bagus material dan bentuknya, maka akan semakin tinggi juga keindahan pada bangunan tersebut.

Sebagai seorang konsumen, pastinya kita harus mempertimbangkan dari segi keamanan, keindahan, serta biaya operasional. Nah, untuk mengetahui lebih jelasnya lagi tentang kusen pintu, mending kita simak saja langsung ulasannya di bawah ini.

Pengertian Kusen

Kusen mempunyai fungsi utama sebagai tempat untuk meletakkan daun pintu dan daun jendela, atau juga bisa digunakan sebagai penyekat dinding bangunan. Struktur pada kusen pintu tediri dari tiang kusen, ambang kusen (dorpel), sponneng, telinga kusen, alur kapur, angkur, dan duk (neut).

kusen pintu


Tiang Kusen

Tiang kusen adalah salah satu bagian yang kerap digunakan sebagai pembatas antara dinding dengan daun pintu maupun jendela.

Ambang Kusen (Dorpel)

Ambang kusen atau dorpel, yakni bagian yang berfungsi sebagai penahan berat beban pada bagian atas kusen.

Sponneng

Sponneng adalah bagian tiang kusen yang berfungsi sebagai tempat untuk melekatkan daun pintu atau daun jendela.

Telinga Kusen

Pada dasarnya, telinga kusen ini merupakan bagian ambang kusen (dorpel) yang ditanamkan ke dalam tembok. Mengenai fungsinya, struktur ini menjadi bagian dari rangka kusen untuk menahan gerakan kusen ke arah depan maupun belakang.

Angkur

Biasanya angkur akan dipasang pada tiang kusen, yang memiliki tugas untuk memperkuat atau melekatkan kusen ke dinding. Bukan hanya itu, angkur juga dapat menahan gerakan daun pintu atau jendela.

Duk / Neut

Duk atau neut terdapat pada bagian bawah kusen yang fungsinya sebagai penahan gerakan tiang ke segala arah, serta melindungi tiang kayu dari rembesan air dari lantai ke atas.

Persyaratan Pembuatan Kusen

·         Konstruksi pada sambungan rangka kusen harus bagus dan rapat.

·         Rangka kusen harus berbentuk rata dan siku, dan memiliki permukaan yang halus.

·         Panjang telinga kusen minimalnnya selebar rangka kusen itu sendiri.

·         Permukaan kusen yang berhubungan langsung dengan tembok sebelumnya sudah dilakukan pengecatan sebanyak dua kali, dengan meni yang bertujuan sebagai bahan pengawet.

·         Tiang kusen harus dipasangi angkur yang bertujuan sebagai alat pengikat antara tembok dengan kusen.

·         Rangka kusen harus dipasangi pengikat agar kesikuan kusennya tetap terjaga.

·         Panjang dan lebar bawah kusen pintu harus sama dengan bagian atasnya.

Jenis-jenis Material Kusen

1. Kusen Kayu

kusen kayu

Berkat kemajuan teknologi yang seperti sekarang ini, kayu yang merupakan bahan mentah pun dapat diproses dan diolah dengan mudah menjadi kusen. Material kayu memang sangat ideal dijadikan bahan pembuatan kusen karena sifatnya yang elastic, kuat, serta tahan terhadap pembebanan yang tegak lurus.  

Bukan hanya itu saja, kusen yang berbahan kayu ini juga dapat memberikan tampilan yang lebih natural lho. Pasalnya, material kayu memiliki serat-serat yang menyuguhkan nuansa alami. Bahkan yang lebih hebatnya lagi, material kayu memiliki nilai penyekat panas yang baik serta tahan terhadap perubahan cuaca. Nah, sifat-sifat tersebutlah yang tidak dimiliki oleh alumunium, beton, maupun bahan-bahan material lainnya.

Keunggulan Kusen Berbahan Kayu :

·         Menyuguhkan berbagai variasi bentuk yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan, sehingga membuatnya cocok diaplikasikan pada semua tipe rumah.

·         Memiliki tonjolan serat yang dapat memberikan nuansa alami dan natural pada tampian rumah.

·         Material kayu terdiri dari beragam jenis, seperti kayu laban, kayu purnis, kayu jati, kayu kamper, dan kayu ulin. Silahkan cek tautan ini : https://www.prorumah.com/2020/04/kayu-ulin-sifat-dasar-manfaat-dan.html

·         Kusen yang berbahan kayu lebih fleksibel saat proses pembentukannya, sehingga bisa disesuaikan dengan berbagai desain bangunan.

Kekurangan Kusen Berbahan Kayu :

Dari deretan kenggulan yang dimilikinya, ternyata kusen berbahan kayu ini memiliki satu kekurangan yang harus kalian ketahui. Ya, kekurangan dari kusen kayu adalah mudah dimakan rayap, sehingga dibutuhkan perawatan secara berkala dengan cat atau coating agar tetap awet.

Selain itu, disarankan juga bagi kamu untuk tidak memilih jenis kusen yang bahannya terbuat dari kayu nangka. Mengapa demikian? Pasalnya, kusen yang terbuat dari kayu nangka ini memiliki sifat yang mudah menyerap air, sehingga menyebabkan volume kayu bisa berubah-ubah. Alhasil, pintu rumah pun menjadi sulit dibuka karena ada salah satu sudutnya yang mengalami pemuaian.

2. Kusen Alumunium

kusen alumunium

Seperti yang sudah kita ketahui, bahwa alumunium kerap dijadikan alternative pengganti kayu dalam pembuatan kusen. Bahkan, sekarang ini penggunaan kusen alumunium semakin populer dikalangan masyarakat, entah itu di daerah perkotaan maupun pedesaan.  

Tentu saja hal tersebut tidak terlepas dari keunggulan yang dimiliki oleh kusen alumunium. Lantas, seperti apa sajakah keunggulan yang dimilikinya?

Keunggulan Kusen Berbahan Alumunium :

·         Tidak mudah keropos, anti rayap, dan anti air.

·         Lebih kuat dan tida akan menyusut seperti yang kerap terjadi pada bahan kayu akibat perubahan cuaca.

·         Memiliki warna alami logam dengan varian pilihan, mulai dari warna hitam, cokelat, orange, cream, biru, kuning, dan masih banyak lagi.

·         Desain yang bisa disesuaikan dengan pesanan.

·         Memiliki bobot yang ringan namun jauh lebih kuat.

·         Cara perawatan yang mudah dan simple untuk mencegah korosi.

Kekurangan Kusen Berbahan Alumunium :

pemasangan kusen


·       Kekurangan pertama dari kusen alumunium ini terdapat pada proses pemasangan yang menggunakan system fitcher. Dengan kata lain, proses pemasangan kusen alumunium memang terbilang agak ribet. Proses pemasangannya mengandalkan kekuatan sekrup fitcher yang di bor dan ditanam bersama kusen, sehingga akan merapat ke sekeliling tembok kusen. Jika terjadi kesalahan pada proses pengeboran, maka hal itu bisa berakibat fatal lho!

·       Selain pada proses pemasangan, kekurangan lain dari kusen bahan alumunium ini memiliki sambungan yang kurang baik di bagian siku dan kaca jendelanya. Alhasil, hal tersebut akan membuat air hujan mudah masuk kedalam rumah. Oleh karena itu, kamu harus memilih peyambungan dan karet penyekat kaca jendela dengan kusen alumunium yang berkualitas tinggi.

3. Kusen uPVC

kusen uPVC

Jenis kusen berikutnya yang akan dibahas, yaitu jenis kusen bahan uPVC. Berbeda dengan material PVC, dimana uPVC ini dibuat tanpa mengggunakan plasticizer, melainkan dengan penambahan stabilizer dan modifier yang menjadikan teksturnya lebih padat, keras, dan tidak lentur.

Keunggulan Kusen uPVC :

·         Anti rayap dan tidak akan mengalami korosi.

·         Tahan terhadap perubahan cuaca, dan tidak akan mengalami pemuaian maupun penyusutan.

·         Desain yang bisa dipesan sesuai keinginan.

·         Memiliki sifat peredam suara, sehingga dapat mengurangi tingkat kebisingan dari luar ruangan.

Kekurangan Kusen uPVC :

·         Teknik pemasangan yang cukup sulit.

·         Ketika proses pembuatan, maka dimensinya harus benar karena bahan yang sudah dicetak tidak bisa diubah kembali.

BLANTERLANDINGv101
Formulir Kontak Whatsapp×
Data Anda
Data Lainnya
Kirim Sekarang