Mqp4NaR5Map5NGZaLGtaMaV8NTcsynIkynwpACBc

Mengulas Harga Batu Split di Bandung 2021

Fungsi utama dari batu split kerap digunakan untuk kebutuhan konstruksi pondasi…

BLANTERLANDINGv101
6993287981039837150

Mengulas Harga Batu Split di Bandung 2021

Rabu, 27 Januari 2021

Batu Split Sebagai Bahan Konstruksi

bautu split


Batu split atau yang sering disebut juga dengan nama “batu belah”, merupakan material batu yang berasal dari bongkahan batu berukuran besar. Guna memenuhi kebutuhan berbagai konstruksi, maka bongkahan batu besar tersebut akan dipecah atau dibelah dengan mesin penghancur (cruisher machine) sehingga ukurannya menjadi lebih kecil dan bervariasi.

Setelah dihancurkan, nantinya pecahan batu tersebut akan disortir yang berdasarkan ukuran dan dikelompokkan pada ukuran yang sama. Dari sisi wujudnya, batu split ini tampil dengan warna kehitaman, hitam, cokelat keputihan, dan tergantung dari daerah pengambilannya.

Sedangkan dilihat dari segi fungsi, umumnya batu split kerap digunakan untuk konstruksi pondasi. Mengapa demikian? Ya, hal itu dikarenakan sifat batu split yang tidak mudah mengalami perubahan bentuk dan kualitasnya tetap terjaga dengan baik, meski ia ditanam di dalam tanah

Nah, sebelum membahas lebih jauh lagi tentang batu split, ada baiknya jika kita membahas dulu harga batu split di Bandung terbaru 2021. Tanpa banyak panjang lebar lagi, yuk kita simak langsung ulasannya di bawah ini.

Harga Batu Split di Bandung

Jenis Batu Split Jumlah satuan Harga
Batu Kali Belah m3 Rp 185.000
Batu Split 1 mobil pick up Rp 260.000
Batu Split 1 truk Rp 1.260.000
Batu Kencker m3 Rp 210.000

Definisi Batu Split


Seperti yang sudah disebutkan pada ulasan diatas tadi, bahwa awal mula batu split berupa bongkahan batu besar yang kemudian dipecah atau dihancurkan menggunakan cruisher machine. Hasilnya, bongkahan batu tersebut menjadi pecahan-pecahan batu dengan ukuran yang bervariasi. 

Mengingat akan hal itu, maka tak heran juga jika batu split ini umumnya digunakan sebagai bahan gabungan utama untuk pengerjaan beton cor. Dalam pengerjaan beton cor, tentu batu split akan dicampur dengan bahan material lainnya seperti pasir, semen dan air. Setelah semua bahan material tadi tercampur rata, selanjutnya adonan akan dicetak yang sesuai dengan kebutuhan penggunaan.

Tak hanya berfungsi sebagai bahan campuran beton cor, batu split juga kerap dipergunakan untuk berbagai kebutuhan konstruksi bangunan lainnya. Adapun mengenai jenis-jenis batu split yang dibedakan dari ukuran dan fungsinya seperti di bawah ini.

Jenis-jenis Batu Split

Batu Split Berukuran 0 – 5 mm

abu batu



Batu split dengan ukuran 0 – 5 mm ini memiliki istilah lain, yakni “abu batu”. Ya, terang saja demikian, sebab karakteristiknya yang mempunyai ukuran kecil dengan tekstur partikel lembut seperti pasir. Pada umumnya, jenis batu split yang satu ini kerap digunakan untuk campuran bahan dalam proses pengaspalan.

Bukan hanya itu, bahkan batu split 0 - 5 mm ini juga biasa digunakan sebagai alternative pengganti pasir. Dengan kata lain, batu split ukuran 0 – 5 mm ini adalah bahan utama dalam proses pembuatan gorong-gorong dan batako press.

Batu Split Berukuran 5 – 10 mm

batu split 5-10 mm untuk konstruksi jalan


Batu Split ukuran 5 – 10 mm (3 / 8 cm) sering digunakan untuk campuran bahan pada proses pengaspalan jalan, seperti konstruksi jalan skala kecil hingga jalan ruang belajar 1. Itu artinya, batu split ukuran 5 – 10 mm akan berbaur dengan aspal menjadi “Aspal Mixed Plant”, atau yang biasa disebut dengan “Aspal Hot Mixed”.

Batu Split Berukuran 10 – 20 mm

batu split 10-20 mm untuk bantalan rel kereta


Jika dilihat dari ukurannya, batu split dengan ukuran 10 – 20 mm ini memang ideal digunakan untuk bahan pengecoran berbagai macam konstruksi, mulai dari konstruksi skala kecil sampai konstruksi yang berat. Bangunan-bangunan yang menggunakan beton cor dari bahan batu split 10 – 20 mm ini diantaranya seperti jalan tol, gedung bertingkat, landasan pesawat udara, bantalan kereta api, dermaga, pelabuhan, tiang pancang, jembatan, dan lain sebagainya.

Batu Split Berukuran 20 – 30 mm

batu split 20-30 mm untuk pengecoran


Biasanya jenis batu split yang berukuran 20 – 30 mm ini kerap digunakan untuk bahan pengecoran lantai dan pengecoran, atau juga digunakan untuk pembetonan horizontal yang lain.

Batu Split Jenis Agregat A

batu split agregat A untuk cor beton


Sejatinya batu split agregat A ini masih bagian dari jenis sirtu (pasir batu), diman ia adalah gabungan dari beberapa jenis ukuran batu split. Ya, komposisi pada batu split agregat A ini diantaranya adalah  abu batu, pasir, batu split ukuran 10 – 20 mm, batu split ukuran 20 – 30 mm, hingga batu split ukuran 30 – 50 mm.

Penggabungan bahan komposisi tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan penggunaannya. Itu artinya, jenis batu split agregat A ideal digunakan sebagai bahan untuk pengecoran dinding, penciptaan dinding serta gabungan bahan beton cor.

Batu Split Jenis Agregat B

Taj berbeda jauh dengan batu split jenis agregat A, yang mana batu split jenis agregat B juga masih bagian jenis sirtu dengan komposisi dari campuran beberapa jenis ukuran batu split. Komposisi materialnya berupai tanah, abu batu, pasir, batu split ukuran 10 – 20 mm, batu split ukuran 20 – 30 mm, dan batu split ukuran 30 – 50 mm.

Faktor pembeda antara agregat A dengan agregat B, yaitu terdapat pada komposisi tanah. Meski demikian, penggabungan materialnya itu tidak menjadi patokan dalam komposisi pada setiap bahan, sehingga komposisi bahan tersebut akan disesuaikan dengan jenis kebutuhan.

Pada intinya, batu split jenis agregat B ini biasa digunakan untuk bahan timbunan mulai dari pengerasan jalan dengan destinasi, yang bertujuan untuk meratakan serta mengikat lapisan batu split yang digelar pada lapisan di atasnya.

Batu Split Jenis Agregat C

Istilah lain dari batu split jenis agregat C ini bernama “batu asalan”, dikarenakan komposisi materialnya yang memang tidak beraturan. Adapun mengenai komposisi materialnya yang terdiri dari tanah, abu batu, pasir, dan jenis batu split apa saja yang tidak beraturan. Pada umumnya, batu split jenis agregat C biasa digunakan untuk pengurukan lahan, reklamasi, dermaga, dan lain sebagainya.

Batu Gajah

Dari namanya saja sudah sangat jelas, dimana batu gajah ini merupakan jenis batu split yang memiliki ukuran paling besar diantara jenis batu split lainnya. Dengan ukurannya yang lebih besar, batu gajah pun kerap digunakan untuk menimbun lahan atau objek-objek yang berdampingan dengan bibir pantai.

Hal itu bukan tanpa alasan, mengingat batu gajah dapat menghasilkan bahan beton pemecah ombak, bahan reklamasi pantai, bahan untuk menciptakan dermaga kecil, atau yang umumnya digunakan untuk bahan pondasi konstruksi bangunan.

Seperti itulah jenis-jenis beserta daftar harga batu split di Bandung, sehingga bisa kamu jadikan sebagai bahan pertimbangan sebelum membelinya. Bagi kamu ynag ingin tahu tentang kelengkapan material bangunan dan property rumah lainnya, silahkan kunjungi tautan ini Pro Rumah

BLANTERLANDINGv101
Formulir Kontak Whatsapp×
Data Anda
Data Lainnya
Kirim Sekarang