Rekomendasi 3 Jenis Lambersering Untuk Interior dan Eksterior Rumah!
Salah satu bahan bangunan untuk menunjang desain rumah minimalis modern yang sedang naik daun yakni material lambersering.
Apa Itu Lambersering?
Lambersering merupakan salah satu material finishing interior yang banyak digunakan untuk plafon dan dinding rumah.
Selain berfungsi sebagai pelapis, lambersering juga mampu meningkatkan nilai estetika ruangan agar terlihat lebih rapi, hangat, dan elegan.
Di pasaran, terdapat beberapa jenis lambersering yang paling populer, yaitu lambersering kayu, lambersering PVC, dan lambersering gypsum.
Masing-masing memiliki karakteristik, kelebihan - kekurangan dan harga per meter yang berbeda. Yuk Simak ulasannya dibawah ini:
Jenis - Jenis Lambersering
1. Lambersering Kayu
Lambersering kayu adalah jenis yang paling klasik dan banyak digunakan sejak lama. Material ini terbuat dari kayu asli seperti kayu jati, meranti, kamper, bengkirai, dan ulin Kalimantan.
Tampilan serat alami kayu memberikan kesan hangat, mewah, dan natural, sehingga sangat cocok untuk rumah bergaya tradisional, tropis, maupun rustic.
Kelebihan lambersering kayu:
- Tampilan alami dan elegan
- Memberikan kesan hangat pada ruangan
- Kuat dan tahan lama jika dirawat dengan baik
Kekurangan lambersering kayu:
- Harga relatif mahal
- Rentan terhadap rayap dan kelembapan
- Membutuhkan perawatan rutin seperti pelapisan coating
Harga lambersering kayu biasanya bervariasi tergantung jenis kayu dan kualitas finishing yang digunakan.
Baca Juga: Plafon PVC vs Plafon Lambersering Kayu
2. Lambersering PVC
Seiring perkembangan material bangunan, lambersering PVC menjadi alternatif pilihan yang semakin diminati. Terbuat dari bahan polyvinyl chloride, jenis ini dikenal ringan, tahan air, dan mudah dipasang.
Lambersering PVC sering digunakan untuk plafon rumah modern, kamar mandi, dapur, hingga area semi outdoor.
Kelebihan lambersering PVC:
- Tahan air dan anti rayap
- Perawatan mudah dan tidak perlu dicat ulang
- Bobot ringan dan pemasangan cepat
- Harga lebih terjangkau dibanding kayu
Kekurangan lambersering PVC:
- Tampilan tidak senatural kayu asli
- Kualitas visual tergantung motif dan merek
- Kurang cocok untuk konsep interior klasik mewah
Saat ini, banyak produk lambersering PVC dengan motif kayu yang cukup realistis, sehingga tetap menarik secara visual.
Baca Juga: Apa itu PVC?
3. Lambersering Gypsum
Lambersering gypsum umumnya digunakan untuk plafon interior rumah dengan desain minimalis hingga modern.
Material ini terbuat dari papan gypsum yang dibentuk menyerupai panel lambersering. Jenis ini lebih menonjolkan kesan rapi dan bersih dibandingkan tampilan alami.
Kelebihan lambersering gypsum:
- Permukaan halus dan rapi
- Mudah dibentuk sesuai desain plafon
- Harga relatif ekonomis
- Cocok untuk interior modern dan minimalis
Kekurangan lambersering gypsum:
- Tidak tahan air
- Mudah rusak jika terkena bocor atau lembap
- Kurang cocok untuk area basah
Lambersering gypsum sering dikombinasikan dengan pencahayaan tersembunyi (hidden lamp) untuk menciptakan efek visual yang elegan.
Baca Juga: Perbandingan GRC vs Gypsum
Kesimpulan
Pemilihan jenis lambersering sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan, konsep desain, dan anggaran.
Lambersering kayu cocok untuk Anda yang mengutamakan keindahan alami, lambersering PVC ideal untuk area lembap dan perawatan praktis, sedangkan lambersering gypsum menjadi pilihan ekonomis untuk interior modern.
Dengan memahami kelebihan dan kekurangan masing-masing, Anda dapat menentukan material lambersering terbaik untuk rumah Anda.




