Perbandingan Plafon Kayu vs Plafon Gypsum, Mana Yang Lebih Baik Untuk Rumah?
Dari berbagai jenis material plafon yang tersedia, plafon kayu dan plafon gypsum menjadi dua pilihan yang paling sering dibandingkan karena karakteristik dan segmentasi penggunanya yang berbeda.
Maka dari itu, kita akan bandingkan kedua jenis plafon rumah minimalis ini secara singkat, padat dan jelas agar mudah dipahami.
Mengenal Plafon Kayu untuk Rumah
Plafon kayu untuk rumah dikenal mampu menghadirkan kesan alami, hangat, dan elegan. Material kayu sering digunakan pada rumah bergaya klasik, tradisional, hingga tropis modern.
Pola serat kayu yang unik membuat plafon ini memiliki nilai estetika tinggi tanpa perlu banyak dekorasi tambahan.
Biasanya jenis plafon ini terbuat dari kayu pilihan terbaik seperti kayu ulin, bengkirai, merbau hingga jati. Sehingga tampilan dan kualitasnya sudah tidak diragukan kembali.
Bahkan salah satu toko yang bernama Rajawali Parquet menyediakan produk Lambersering sebagai istilah dari plafon kayu. Dengan harga per meter yang relatif terjangkau untuk kualitas terbaik dan sedia jasa pemasangan.
Keunggulan
- Kuat dan Kokoh (Karena terbuat dari kayu solid)
- Tampilan mewah dan alami
- Terkesan hangat
- Dapat meningkatkan nilai jual property
Kelemahan
- Biaya cenderung mahal
- Perlu di finishing
- Instalasi pemasangan cukup rumit
- Harus menggunakan rangka hollo atau kayu.
Artikel Terkait: 4 Kelebihan Plafon Kayu Yang Jarang Diketahui!
Kelebihan Plafon Gypsum untuk Hunian Modern
Di sisi lain, plafon gypsum menjadi pilihan populer untuk rumah modern dan minimalis. Material ini mudah dibentuk, sehingga cocok untuk berbagai desain plafon seperti drop ceiling, plafon bertingkat, hingga model minimalis polos.
Salah satu kelebihan plafon gypsum adalah harganya yang lebih terjangkau serta proses pemasangan yang cepat. Permukaannya yang halus juga memudahkan pengecatan dan perawatan.
Meski demikian, gypsum kurang tahan terhadap air, sehingga tidak disarankan untuk area yang rawan bocor atau lembap.
Saat ini penggunaan gypsum plafon rumah kerap kali di pasang pada area tertentu saja, seperti ruang tamu, ruang tengah hingga kamar tidur.
Keunggulan
- Harga lebih ekonomis
- Desain fleksibel dan modern
- Permukaan rapi dan halus
- Perawatan mudah
Kekurangan
- Tidak tahan air
- Mudah rusak jika terkena bocor
- Kekuatan di bawah plafon kayu
Baca Juga: GRC vs Gypsum, Mana Yang Lebih Baik?
Perbandingan Plafon Kayu vs Plafon Gypsum
| Kriteria | Plafon Kayu | Plafon Gypsum |
|---|---|---|
| Tampilan | Alami, hangat, mewah | Modern, rapi, minimalis |
| Fleksibilitas desain | Terbatas pada bentuk papan | Sangat fleksibel (drop, level) |
| Ketahanan | Kuat, tapi rentan rayap & lembap | Cukup kuat, tidak tahan air |
| Perawatan | Tinggi (anti rayap & coating) | Rendah |
| Biaya material | Relatif mahal | Lebih ekonomis |
| Pemasangan | Lebih rumit | Cepat dan praktis |
| Cocok untuk | Rumah klasik & tropis | Rumah modern & minimalis |
Jika dilihat secara keseluruhan, perbandingan plafon kayu vs gypsum terletak pada keseimbangan antara estetika, biaya, dan fungsi.
Plafon kayu unggul dari sisi tampilan alami dan kesan eksklusif, sementara plafon gypsum lebih unggul dalam hal kepraktisan, fleksibilitas desain, dan efisiensi biaya.
Plafon kayu cocok digunakan pada ruang tamu atau area utama untuk menciptakan kesan mewah. Sebaliknya, plafon gypsum lebih sesuai untuk hampir semua ruangan rumah dengan konsep modern dan minimalis.
Selain itu, Perbandingan harga plafon kayu vs plafon gypsum juga kerap kali menjadi bahan pertimbangan yang cukup serius di berbagai kalangan, terutama kontraktor. Kualitas dan tampilan terkadang di abaikan jika angka sudah menjawab.
Baca Juga: List Kayu vs List Gypsum
Kesimpulan Plafon Kayu vs Plafon Gypsum
Plafon kayu dan plafon gypsum memiliki keunggulan masing-masing yang tidak bisa disamakan secara langsung.
Plafon kayu lebih menonjolkan nilai estetika alami dan kesan eksklusif, namun membutuhkan biaya dan perawatan yang lebih besar.
Sebaliknya, plafon gypsum unggul dari segi kepraktisan, harga yang lebih terjangkau, serta fleksibilitas desain, meskipun kurang tahan terhadap air dan kelembapan.
Dengan demikian, pemilihan jenis plafon sebaiknya disesuaikan dengan konsep desain rumah, kondisi lingkungan, serta anggaran yang dimiliki.
Untuk hunian bergaya alami dan mewah, plafon kayu bisa menjadi pilihan utama. Sementara untuk rumah modern yang mengutamakan efisiensi dan tampilan rapi, plafon gypsum adalah solusi yang paling tepat.
Artikel Menarik Lainnya: Plafon PVC vs Lambersering Kayu
Jadi, sudahkan kalian menentukan jenis plafon rumah yang akan digunakan?



