Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer
pro rumah

We're Profesional

Hubungi Kami
Selamat Berbelanja di Prorumah.com , Dapatkan garansi serta potongan harga menarik untuk pembelian dalam jumlah tertentu !!!

Apakah Kayu Pinus Itu Kayu Jati Belanda? Yuk, Kita Cari Tahu

 

asal usul kayu jati belanda

Kayu jati belanda – Banyaknya jenis kayu yang ada di Indonesia kerap membuat kita bingung dalam membedakan satu jenis ke jenis lainnya. Hal itu bukan tanpa alasan, karena sebagian besar jenis kayu mengusung tampilan fisik yang hampir serupa.

Ya, persamaan tersebut terlihat mulai dari tekstur, warna, pola serat, dan lain sebagainya. Bahkan, ada pula jenis kayu yang memiliki beberapa nama panggilan berbeda lho. Seperti halnya kayu jati belanda yang juga sering disebut dengan nama kayu pinus.

Lantas, apakah kayu pinus dengan kayu jati belanda itu masih serupa? Nah, untuk mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut, mari kita simak saja langsung ulasannya di bawah ini.

5 Fakta Menarik Seputar Kayu Jati Belanda

1. Awal Mula Disebut Kayu Jati Belanda

Banyak yang beranggapan bahwa kayu jati Belanda ini berasal dari negara Belanda. Meski kayu jati tumbuh subur di Eropa, ternyata kayu jati Belanda juga tumbuh subur di Jepang dan Indonesia lho. Mungkin, banyak diantara kita yang penasaran dengan asal-usul penamaan kayu jati Belanda tersebut.

Awal Mula Disebut Kayu Jati Belanda

Menurut informasi yang didapat, pada zaman dulu orang-orang Belanda di Indonesia menggunakan kayu jati ini untuk membungkus logistik yang akan dikirim ke Eropa.

Menariknya lagi, masyarakat Indonesia pada waktu itu menganggap bahwa semua daratan Eropa itu adalah Belanda. Sehingga tak heran jika jenis kayu ini pun sering disebut dengan istilah kayu jati Belanda.

Baca Juga : Lantai Kayu Jati yang Menjadi Favorit Banyak Orang

2. Kayu Jati Belanda Merupakan Kayu Pinus

Kayu Jati Belanda Merupakan Kayu Pinus

Walaupun namanya adalah kayu jati Belanda, namun sebenarnya kayu tersebut adalah jenis kayu pinus. Nah, kayu pinus inilah yang sering digunakan oleh orang-orang Belanda untuk membungkus paket-paket logistik yang berukuran besar.Itu sebabnya, mengapa harga kayu jati Belanda jauh lebih murah dari kayu jati yang sebenarnya.

3. Kayu Pinus Terbagi Kedalam Beberapa Jenis Berbeda

Sebagaimana yang sudah disebutkan pada ulasan diatas tadi, bahwa kayu jati Belanda tumbuh subur di beberapa negara. Kendati demikian, jenis kayu jati Belanda yang paling populer di industri perkayuan itu adalah jenis pinus radiata dan pinus merkusil.

Kayu Pinus Terbagi Kedalam Beberapa Jenis Berbeda

Jenis kayu pinus tersebut mempunyai nilai ekonomis yang begitu menjanjikan, karena karakteristiknya yang cocok digunakan untuk berbagai kebutuhan interior rumah. Sehingga tak heran, jika pohon pinus yang satu ini dibudidayakan dalam jumlah besar.

4. Spesifikasi Kayu Jati Belanda

Apabila dibandingkan dengan jenis kayu jati yang asli, ternyata tekstur kayu jati Belanda ini jauh lebih lunak. Kendati demikian, bukan berarti juga bahwa kayu jati Belanda tidak memiliki tingkat kekuatan yang baik. Hal itu terbukti, yang mana kayu jati Belanda cukup kuat dan tahan terhadap benturan.

Spesifikasi Kayu Jati Belanda

Dinilai dari segi bobotnya, bahkan kayu jati Belanda ini lebih ringan dibanding kayu jati asli maupun jenis kayu lainnya. Begitupun dari segi warnanya, yang mana kayu jati Belanda ini lebih terang dan bertekstur halus.

Ketika ia dibiarkan hingga mencapai usia tua, biasanya akan menghasilkan guritan alami yang begitu cantik dan dapat digunakan sebagai bahan-bahan dasar perabotan tanpa harus diberi sentuhan finishing.

5. Kayu Jati Belanda Bersifat Multifungsi

Mengingat teksturnya yang agak lunak dan mudah dibentuk, maka tak heran jika kayu jati Belanda ini disebut sebagai kayu yang multifungsi alias serbaguna. Adapun berbagai produk perabotan yang kerap mengandalkan kayu jati Belanda sebagai bahan dasarnya, seperti rak, lemari, tempat tidur, meja, kursi, dan masih banyak lagi.

Kayu Jati Belanda Bersifat Multifungsi

Dengan tampilan warnanya yang cerah, kayu jati Belanda pun dapat dijadikan permainan palet warna yang menarik serta mudah dipadupadankan dengan material lainnya. Bukan hanya itu, bahkan kayu jati Belanda juga sudah terbukti tahan terhadap serangan rayap.

Artikel Menarik lainnya : Yuk, Kita Kenali Jenis-jenis Serangga Pemakan Kayu

Kelebihan Kayu Jati Belanda

  • Memiliki Bobot yang Ringan

Bobot kayu jati Belanda memang lebih ringan dibanding kayu lainnya, sehingga ia kerap diandalkan untuk berbagai kebutuhan produk interior rumah. Alhasil, semua perabotan yang terbuat dari bahan kayu kayu jati Belanda ini mudah diangkat.

  • Ramah Lingkungan

Pada dasarnya, kayu jati Belanda memiliki sifat yang mudah tumbuh dan tidak mengenal musim-musim tertentu. Sehingga tak heran, jika kayu jati Belanda menjadi lebih ramah lingkungan karena mudah digantikan dengan pinus yang lebih muda.

Itu artinya, penggunaan kayu jati Belanda tidak akan merusak habtat alami karena pohon-pohon pinus lainnya akan bermunculan untuk menjaga hutan tetap asri.

  • Harga yang Relatif Lebih Murah

Keunggulan pertama dari kayu jati Belanda, yakni menawarkan harga yang relatif lebih murah. Itu sebabnya, mengapa kayu jati Belanda hadir sebagai alternatif pengganti kayu jati asli yang memang harganya sangat mahal.

Meski harga yang ditawarkannya jauh lebih murah, namun bukan berarti bahwa kualitas dari kayu jati Belanda ini murahan. Ya, seperti yang sudah dijelaskan pada ulasan diatas, yang mana kayu jati Belanda sudah terbukti cukup kuat, tahan benturan, dan tahan terhadap serangan rayap.

Baca Juga : Review Harga Jenis-jenis Kayu Untuk Bangunan Rumah

  • Tidak Mudah Mengalami Perubahan Bentuk

Biasanya kebanyakan jenis kayu akan mengalami penyuutan dan pemuaian akibat adanya perubahan cuaca. Namun, hal itu tidak akan berlaku untuk kayu jati Belanda karena sifatnya yang mampu mempertahankan bentuk aslinya dalam kurun waktu yang lama.

Kekurangan Kayu Jati Belanda

  • Memerlukan Perawatan Khusus

Semua perabotan yang terbuat dari bahan kayu jati Belanda harus diberi perawatan khusus, guna menjaga kualitasnya agar tetap stabil. Dalam hal ini, kita harus memoles furniture kayu jati Belanda tersebut secara rutin sehingga warna aslinya tetap terjaga.

  • Mempunyai Kandungan Getah yang Tinggi

kayu jati Belanda memiliki kandungan getah yang cukup tinggi, sehingga hal tersebut dapat mengganggu ketika dilakukan proses penyelesaian akhir.

Pasalnya, getah yang belum mengering akan membuat proses penempelan kayunya menjadi tidak sempurna. Maka dari itu, kayu jati Belanda harus benar-benar kering secara menyeluruh sebelum diolah.

  • Tidak Boleh Diberi Banyak Sambungan

Ketika proses perakitan, sebaiknya jangan terlalu banyak diberi sambungan pada furniture yang terbuat dari bahan kayu jati Belanda. Ya, karena hal tersebut akan membuat kayunya menjadi longgar dan menimbulkan banyak lubang yang berakhir dengan kerusakan.

Nah, seperti itulah ulasan singkat mengeai asal usul Kayu Jati Belanda yang selama ini banyak dipertanyakan oleh masyarakat.

Bagaimana, apakah kamu juga tertarik menggunakan kayu jati belanda untuk kebutuhan konstruksi?